Foodgasmic Party III Review Makanan Taiwan Bersama Food Blogger

Event bersama Food Blogger

Foodgamic Party III kembali hadir pada tanggal 4 Agustus 2017. Hampir sama dengan event Foodgasmic yang sebelumnya, Foodgasm menghadirkan banyak food blogger yang ikut serta dalam event ini.

Bertempatan di pusat kota, yaitu Menara BTPN Kuningan, Foodgasm menggelar event ini di Hoshino Tea Time. Berbeda dengan restaurant sebelumnya, di Foodgasmic Party I kita mengadakan event di Kongkow Cafe, Kelapa gading, dan Foodgasmic Party II di Madbowl Eatery Gading Serpong, kali ini dengan mengusung tema “Teh khas Taiwan” para food blogger berkewajiban untuk me-review macam-macam teh dan minuman khas Taiwan.

Ada beberapa teh yang harus di review oleh para food blogger kali ini, salah satunya ada Green Tea Paradise dan juga Sakura Tea Blossom yang merupakan menu baru di Hoshino Tea Time.

Acara yang dimulai dari pukul 2 siang ini menghadirkan para blogger terkenal Jakarta, seperti Makan Sama Koko, Foodin Rupiah, Foodioz, Foodaffair, dan juga beberapa food blogger lainnya.

makanan Hoshino Tea Time yang direview

Selain me-review makanan yang menjadi menu “andalan” Hoshino, para Food Blogger juga diwajibkan untuk me-review makanan khas Taiwan yang tak kalah serunya. Salah satunya adalah Lu-Wei Beef dan juga nasi Kari. Para Food Blogger juga diberikan sosialisasi bagaimana memesan makanan via aplikasi. Dalam kesempatan ini, para food blogger diberikan sosialisasi payment method yang digunakan oleh Foodgasm.

Foodgasm sendiri mempunyai 3 cara pembayaran melalui aplikasi. Dengan mengusung tema cashless, konsumen bisa menggunakan 3 aplikasi seperti DOKU Wallet, E-Cash dan juga Kartu Kredit.

minuman Hoshino Tea Time

Para konsumen yang menggunakan aplikasi Foodgasm juga diberikan kemudahan dalam memesan makanan. Diantaranya adalah, konsumen dapat memesan makanan sebelum sampai di restaurant yang ingin didatangi (pre-order food), reserved tempat, bahkan pre-order takeaway. Semua bisa dilakukan ke dalam satu aplikasi saja, bahkan semua itu menggunakan payment method yang aman dan mudah.

Dengan adanya event Foodgasmic Party yang dilakukan rutin setiap bulan ini, diharapkan dapat mensosialisasi para influencer, terutama di kalangan social media user, agar mereka aware dan paham dengan penggunaan aplikasi makanan yang berbasi IOT ini.

Kerjasama yang dilakukan Foodgasm dengan beberapa restaurant kebelakang ini juga semata-mata mensosialisasi para restaurant untuk lebih ‘melek’ terhadap teknologi yang berkembang, dan kemudahan pemesanan melalui aplikasi.

Diharapkan dengan adanya kegiatan offline seperti ini, user dari Foodgasm sendiri semakin banyak, dan mereka bisa semakin sadar kemudahan yang ditawarkan oleh Foodgasm untuk menikmati kuliner dewasa ini- PM.

Event bersama Food Blogger

shareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Foodgasm Unjuk Gigi di Event Bertaraf Internasional

Pada tahun ini sudah dua kali Foodgasm menghadiri acara bertaraf internasional. Sekedar mengingat kebelakang, pada bulan Mei lalu Foodgasm menghadiri acara “Pioneers” yang diselenggarakan di Vienna, Austria. Acara ini menghadirikan start-up dunia yang berskala internasional. Tidak ingin ketinggalan dengan hal tersebut, Foodgasm ikut hadir dalam kegiatan bergengsi dan ikut serta ke dalam daftar start-up yang mempunyai pengaruh di dunia internasional.

Setelah sukses dengan kegiatan pertama, Foodgasm kembali hadir ke dalam event bertaraf internasional kedua yang kali ini diselenggarakan di Hongkong. Acara yang bertajuk RISE ini menghadirkan banyak sekali start-up ternama dunia yang ikut berpartisipasi dalam perkembangan globalisasi.

Dengan adanya hal tersebut, Foodgasm berkesempatan untuk menyelenggarakan sebuah pameran, dimana dalam pameran tersebut, Foodgasm dapat menjelaskan mengenai seluruh produknya kepada para peserta RISE.

Dalam acara RISE ini sendiri, selain pameran dari berbagai macam start-up, RISE juga menghadirkan banyak sekali pembicara terkenal seperti Piotr Jakubowski CMO Go-jek, Joe Tsai yang merupakan Co-founder Alibaba, Cheryl Marella sebagai author CNN, Xiaochuan Wang sebagai CEO Sogou, dan masih ada belasan speaker lainnya yang merupakan tokoh-tokoh yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan dunia.

Semua start-up yang hadir didalam event ini mengalami seleksi yang ketat. Startup team dari RISE menghubungi lebih dari 800 ribu startup yang ada di Indonesia. Sekitar 3055 startup hadir ikut serta dalam kegiatan ini. Team dari RISE ini sendiri memilih entrepreneurship startup secara perlahan dan yang terbaiklah yang bisa menghadiri kegiatan ini.

Tidak heran juga bukan, speaker yang dihadirkan juga sangat bonafit dan mempunyai latar belakang membangun start-up yang bagus, sehingga materi yang mereka berikan memang berguna untuk perkembangan perusahaan.

Perusahaan ALPHA, BETA atau START?

Startups yang berlaku untuk pameran di acara RISE dibagi ke dalam kategori tergantung pada ukuran dan pendapatan perusahaan. Tiga kelompok tersebut adalah ALPHA, BETA dan START. ALPHA, perusahaan dalam kategori ini berada dalam tahap pra-investasi, atau memiliki dana di bawah $ 1 juta USD.BETA, Perusahaan dalam kategori ini telah berhasil diluncurkan dan sering menjadi salah satu alumni startup dalam event ini. START merupakan perusahaan dalam kategori ini mengalami pertumbuhan yang cukup besar dan berkembang secara global.

Foodgasm sendiri merupakan perusahaan start-up yang masuk ke dalam kategori BETA. Sebelumnya, yaitu tahun lalu, Foodgasm sendiri sudah hadir dalam acara yang dibuat oleh RISE, dan tahun ini, dengan konsep yang lebih matang, Foodgasm ingin memberikan pengalamannya setelah setahun sesudahnya mengikuti kegiatan ini.

Semua gerai startup di RISE 2017 membuat beberapa koneksi paling berharga, karena di tempat inilah anda bisa mengembangkan banyak sekali networking yang bisa anda gunakan kedepannya untuk kemajuan perusahaan anda.

 

shareShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn